TANDA-TANDA KIAMAT

Pendahuluan

Setiap orang mu`min dituntut mempercayai dan meyakini akan adanya hari kiamat, hari dimana bumi digoncangkan dan gunung di hancur luluhkan sehancur-hancurnya.  Kemudian amal setiap manusia akan ditimbang dan mendapatkan balasan atas apa yang telah dilerjakannya.  

Pada kesempatan ini pemakalah mengutip hadis Sahih Muslim, kitab Al-Fitan hadis ke- 2901 :

عن حذيفة بن اسيد الغفاري قال اطلع النبي ص م علينا و نحن نتذاكر فقال ما تذاكرون قالوا نذكر الساعة قال انها لن تقول حتى ترون قبلها عشر ايا ت فذكر الدخان والدجال والدبةوطلوع الشمس من مغربها ونزل عيس بن مريم ص م و ماجوج و ثلا ثة خسوف خسوف باالمشرق وخسوف با لمغرب و خسوف بجزيرة العرب واحر ذالك نار تخرخ من اليمن تطرد الناس الى محشروهم

Artinya: “dari Hudzaifah bin Asud Al Ghifari ra menceritakan Rasulullah Saw pernah memergoki kami,  ketika kami sedang, memikirkan hari kiamat, lalu beliau bertanya apa yang sedang kalian pikirkan? Kami pun menjawab kami sedang memikirkan hari kiamat! beliau bersabda  sesungguhnyha kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kalian menyaksikan tanda-tanda sebelumnya, kemudian beliau menyebutkan, kabut. dajjal, binatang melata, terbitnya matahari dari barat. turunnya isa bin maryam, ya’juj dan ma’juj, serta tiga erhana terjadi di timur, satu gerhana lagi dibarat, dan lainnya dijazirah arab, dan akhir dari pada itu adalah api yang keluar dari yaman yang menggiring manusia kemahsyar.

 

Pembahasan

Begitu banyak hadist nabi saw yang memberitakan tanda-tanda hari kiamat, salah satunya adalah hadist diatas yang diriwayatkan dari hudzaifah bin assid al ghifary dalam hadist ini berceritakan sepuluh tanda kiamat, yaitu :

  1. keluarnya kabut tebal

Dalam masalah ini ada beberapa pendapat tentang keluarnya kabut tebal. Pendapat ibnu abbas dan orang-orang yang sependapat dengannya baik dari shabat maupun tabiin termasuk al hasan al bashry dan ikrimah berpendapat bahwa kabut itu adalah termasuk tanda-tanda yang ditunggu dia tidak akan pernah luput dan berlalu, karena dia termasuk tanda datangnya hari kiamat.

Sedangkan sahabat ibn mas’ud mempunyai pendapat lain bahwa kabut itu telah berlalu yaitu kabut negeri romawi, pecahnya bulan, bathsyah ( hantaman ) dan lizam ( H R bukhori )

Pendapat Abdurrahman a’raj beliau menafsirkan firman allah berbunyi “ maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, mengatakan bahwa itu ialah hari pembebasan kota mekkah[1].

  1. Dajjal

kata dajjal adalah shigah mubalaghah yang berarti “ pembohong”  atau “pendusta” kata ini diambil dari kata ad dajlu yang berarti “menutup” pembohong ini dinamakan dajjal. Karena dia mampu menutup kebenaran dengan kebathilan, atau juga berarti “ pemalsu” yang mana dajjal juga mengelabui manusia ( membuat kepalsuan padanya ).

Adapun criteria atau cirri-ciri dajjal adalah bertubuh besar, berkulit merah, berambut keriting dan bermata celek seakan-akan matanya sebiji buah anggur, kemudian dia mengaku berlandaskan keimanan dan kebaikan setelah itu mengaku sebagai nabi dan akhirnya mengaku sebagai tuhan[2].

Dia akan keluar dari arah timur tepat dari Negara khurasan, kemudian orang-orang yahudi berjumlah tujuh puluh ribu mengikutinya isfahah. Ada pula riwayat lain yang bahwa dia akan keluar dari khulati (  suatu tempat yang terletak antara syam dari irak ) kemudian dia akan menetap didunia selama 40 hari sehari seperti setahun, sebulan atau semiggu[3].

Perjalanan dan misi dajjal

ka’ab al ahbar berbicara tentang ini yang diriwayatkan dari na’im bin hamad seraya “ dajjal berangkat dari pintu damaskus setelah timur, lalu dia tidak terlihat, setelah itu dia terlihat lagi diatas air pada sungai kuswah. Tidak diketahui kemana dia menghadapi kemudian dia muncul dibelahan timur dan memberikan khilafah. Menunjukan ilmu sihirnya dan mengaku seorang nabi. Manusia pun memisahkan diri darinya. Lalu dia mendatangi sebuah sungai dan menyuruh untuk mengalir mengalirlah air sungai itu, kemudian menyuruh kembali mudik. Maka kembalilah air itu lalu dia mengeringkan air itu.maka keringlah sungai itu menyuruh angina untuk menarik air dari laut. Maka terjadilah hujan diatas bumi[4].

  1. Dabbah ( binatang melata )

Dalam hal ini ada perbedaan pendapat disekitar asal-usul binatang itu, kriterianya dan saat keluarnya. Apakah dia itu sekarang tercipta menjadi mekhluk ataukah dia itu akan diciptakan nanti?.

Kriteria dan saat keluarnya

Ada yang mengatakan binatang melata itu berambut dan berkaki empat dengan tubuh akan panjang yang disebut dengan al jassah, ada juga yang mengatakan bahwa dia adalah ular yang menjaga dinding-dinding ka’bah yang bertempat di tepi ka’bah ketika orang-orang quraisy hendak membangun baitul haram. Ular itu melarangnya[5].

Sedangkan Al-Qurthuby berpendapat bahwa “ binatang tersebut  kepalanya kepala sapi, matanya mata babi,telinganya telinga gajah, tanduknya tanduk kambing hutan,lehernya leher unta,dadanya dada singa,rusuknya rusuk kucing,ekornya ekor biri-biri dan kakinya kaki unta, antara sendi tulang yang satu dengan lainnya berjarak 12 hasta[6].

Saat keluarnya

Binatang ini akan keluar ketika bumi ini tidak ada lagi kebaikan. Namun ada pula yang mengatakan bahwa binatang itu keluar pada saat manusia. Ibn hajar mengatakan : hikmah dan hari itu adalah ketika matahari terbbibt dari barat, pintu taubat telah ditutuup maka keluarlah binatang melatah itu adalah untuk membedakan orang mukmin dari orang kafir untuk melengkapin maksud dari ditutupnyja pintu taubat.

  1. Terbitnya matahari dari barat

Terbitnya matahari dari barat itu akan terjadi pada saat hari kiamat sudah diambang pintu jika matahari telah terbit dari barat dan pintu taubat pun telah ditutup bagi manusia. Pada saat itu apabila ada orang yang hendak bertaubat tidak akan bermanfaat lagi[7].

  1. Turunnya Isa bin Maryam

     Diantara tanda-tanda kiamat yang akan terjadi adalah turunnya Isa bin Maryam beliau akan turun pada akhir zaman dan membunuh dajjal dengan tombaknya dan beliau akan turun tanpa dibarengi rosul-rosul yang lain. Beliau akan menguatkan islam dan memecah belah salibisme, membunuh babi dan meletakan pajak serta mengajak manusia untuk memeluk islam[8].

  1. Yajuj Ma`juj

Yajuj ma`juj adalah orang biasa seperti layaknya manusia yang lain mirip orang-orang yang sebangsa dengan mereka, yaitu bangsa turki dengan mata cekung berhidung pesek, berambut pirang, sekalipun bentuk dan kulit mereka bervariasi. Mereka bertempat tinggal di suatu tempat dibumi ini yang belum banyak diketahui[9].

Jumlah dan Kriterianya

Jumlah mereka mencapai empat ratus ribu[10]. Dalam riwayat lain dikatakan “sesungguhnya yajuj ma`juj, setiap orang dari mereka, paling sedikit meninggalkan 1000 cucu”. jika mereka keluar, mereka tidak berjalan diatas sesuatu melainkan memakannya. Dan mereka juga memakan bangkai orang meninggal diantara mereka[11].

Kalau ada orang yang beraanggapan bahwa yajuj ma`juj itu diantaranya, ada yang badannya tinggi seperti pohon kurma, ada pula yang sangat pendek seperti orang cebol, dan ada lagi yang bertelinga lebar, telinga yang sebelah bisa untuk berselimut dan yang sebelah lagi sebagai tikar. Itu semua adalah mengada-ngada tanpa didasarkan pada ilmu. Dan orang yang berkata demikian tidak memiliki dalil, sekalipun ada dinyatakan dalam sebuah hadis[12].

  1. Munculnya Tiga Gerhana

Banyak hadis lain yang membahas masalah ini. Secara lantang menyatakan bahwa tiga gerhana itu adalah termasuk tanda-tanda kiamat, sebagai utama meletakannya lebih awal dari pada kabut dan tanda-tanda seraya mengatakan yang lebih baik adalah dengan menyerahkannya kepada yang Maha Kuasa. Sesungguhnya tidak ada yang mengetahui kecuali dia sang pencipta.

Ibnu Malik mengatakan “memang telah ditemukan gerhana itu dibeberapa tempat, tapi barangkali yang dimaksud dengan tiga gerhana itu mempunyai kelebihan tertentu atas gerhana yang telah dilihat manusia[13].

  1. Keluarnya Api

Keluarnya api merupakan tanda terakhir akan terjadinya hari kiamat. Dengan pengertian bahwa apabila dia telah keluar maka terjadilah hari kiamat tanpa diselingi oleh sesuatu apapun, setelah itu ditiuplah sangkakala yang pertama[14].

Api ini akan keluar dari perut bumi, yang akan mengiringi manusia kedalam mahsyar. Bermalam bersama mereka dimana mereka suka. Berbicara bersama mereka sesuai dengan apa yang mereka bicarakan[15]. Ada yang mengatakan dia akan keluar dari bumi hijaz yang mana dapat menyinari leher unta di Bashra[16].

Kesimpulan

Tidak diragukan lagi bahwa kiamat itu akan terjadi dan kita diwajibkan beriman kepadanya, dan bersiap-bersiap menyambut kedatangannya dengan amalan yang shaleh. Sedangkan kedatangannya tidak akan pernah kita ketahui hanya Allah SWT. 

Berkaitan dengan peristiwa Hari Kiamat ini, ada sebuah pelajaran yang bisa kita ambil. Imam Ali bin Abi Thalib mengatakan “jika menurut keyakinan anda kiamat itu tidak akan terjadi dan tidak ada pembalasan setelahnya maka anda akan selamat begitupun saya, namun jika keyakinan anda itu salah dan kiamat itu terjadi serta akan ada pembalasan setelahnya, maka saya akan selamat sedangkan anda celaka”.        


[1] Dr. Abdul Baqi Ahmad, Sudah Ada dan Pasti Akan Tiba, hal. 84

[2] Ibnu Hajar Al-Atsqalani, Fathul Bari, Juz 13, hal. 85                 

[3] Ibid,

[4] Ibid, hal. 80

[5] Di Sebutkan oleh Al-darimi dari Ibnu Abbas

[6] Muhammad Abul Fida Ismail Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Juz. 3, hal.376

[7] HR. Bukhari, Ahmad, Ad-Darimi dari Abu Hurairah

[8] HR. Bukari dan Muslim, Abu Dawud dan Turmudzi dari Abu Hurairah

[9] Dr. Abdul Baqi Ahmad, Sudah Ada dan Pasti Akan Tiba, hal. 85

[10] HR. Thabrani dan ibnu Mawardih

[11] Ibnu Hajar Al-Atsqalani, Fathul Bari, Juz 13, hal. 94

[12] H. Umar Anshori Sitanggal, Huru Hara Kiamat, hal. 145

[13] Ibid

[14] Ibid, hal. 232

[15] Ibid

[16] HR. Bukhari dari Abu Hurairah

Satu Tanggapan to “TANDA-TANDA KIAMAT”

  1. kamaruzaman Says:

    Kalau Isa diturunkan untuk membunuh babi, apakah dosanya biinatang babi sehinggakan sampai hendak dibunuh. Kalau hendak dibunuh babi kenapa harus tunggu kedatangan Isa as. Babi tidak dipelihara di kalangan orang Islam jadi kenapa harus ribut dgn babi yg dipelihara oleh orang kafir.
    Kalau Isa as diturunkan untuk membakar salib, berapa juta malahan bilion yang ada di dunia sekarang ini. Satu kerja pula nak dibakar salib2 tersebut.
    Kalau begitu babi dan salib mana yg dimaksudkan?
    Binatang babi ini sifatnya rakus. Begitulah juga kalau manusia yg rakus. Rakus pada apa? Rakus pada keduniaan (cinta dunia)
    Tidak kira Islam mahupun kafir, seandainya rakus maka itulah babi yg harus dibakar.
    Salib adalah lambang kesyirikan yakni menduakan Tuhan. Bukan penyembah berhala tetapi penyembah diri sendiri (nafsu). Inilah iblis yg sangat memandai-mandai dlm agama. Mengolah agama berdasarkan makna bukan maksud (marhum bukan maudhu’). Inilah pegangan kebanyakan orang Islam hari ini. Inilah yakjuj dan makjuj atau 72 golongan yg akan menghuni Neraka. Mereka ini umat Islam tetapi bukan umat Muhammad.
    Kenapakah dikatakan dajjal bermata satu? Matanya hanya memandang keduniaan. Mereka ini ada Feqah dan Tauhidnya tetapi tiada Makrifah kerana tiada hubungan dgn guru yg bertaraf Auliya (ladunni) yg nasab ilmunya sampai kepada Rasulallah saw.
    Mereka inilah berfahaman wahabi yakni menyembah terus Tuhan tanpa Khalifah pengganti (Mursyid yg mengenal Tuhan).
    Kepada siapakah mereka akan kembali di iakhirat nanti kerana Tuhan itu Laisakamislihisyaiun wahuassamiunbasir (Bersalah-salahan Tuhan dgn apa yg kamu boleh fikirkan)
    Inilah sebabnya dikatakan mereka ini sangat memandai-mandai di dalam agama. Sebagaimana iblis tidak mahu tunduk kepada Adam, begitulah orang Islam hari ini tidak mahu tunduk kepada Guru yg bertaraf Adam as.
    Jika mereka mahu tunduk, mereka akan digelar Malaikat kerana tiada nafsu di dalam agamanya. Hanya patuh kepada guru sbagaimana patuhnya para sahabat kepada Rasulallah.

    Siapakah Mahdi dan Isa akhir zaman yg akan membunuh dajjal dan babi dan membakar salib?
    Guru-guru mursyid (walulamawarisatulanbiya) inilah Mahdi dan Isa yg akan membunuh dajjal yg bermata satu dan membunuh babi serta membakar salib yg ada di dalam diri anak muridnya.
    Guru yg tidak ma’rifah, tiada siddiqnya (benar) di dalam ilmu mereka. Walaupun mereka jujur dan mahu kebaikan terhadap murid mereka. Orang yang jujur belum tentu benar. Tanpa Siddiq(benar) tiada siapa yg amanah dan boleh tabligh(menyampaikan) dgn fathanah (bijaksana).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: