ANTARA FITRAH KESUCIAN DENGAN TAKDIR

Menurut sebagian orang, antara kedua hadits berikut ini saling bertentangan. Hadits yang dimaksud adalah sabda Rasulullah Saw.

“Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi atau Nasrani atau Majusi.”

Dalam hadits lain diriwatkan:

“Orang yang menderita adalah telah tercatat menderita sejak dalam perut ibunya, dan orang yang bahagia telah tercatat bahagia sejak di dalam perut ibunya. Ketika nuthfah terpisah. Allah Swt. mengutus malaikat dan menuliskan ajal rizki. Kesengsaraan dan kebahagiaannya. Dia juga mengusap punggung Adam lalu Dia menggenggam satu genggaman. Kemudian Dia berkata: “Pergilah ke surga dengan kasih sayang-Ku.’ Dan mengatakan kepada yang lainnya: “masuklah ke neraka, Aku tidak peduli’,”

Sebagian orang merasa bahwa kedua hadis ini bertentangan dan dapat memecah belah kaum muslimin. Di samping itu, hadis ini dijadikan sebagai dalil oleh kelompok Qadariah dan kelompok lain yang menjadi lawannya untuk saling memojokkan.

Menurut kami, tidak ada pertentangan dan perbedaan antara kedua hadis tersebut. Seandainya kelompok yang satu mengetahui dengan benar makna hadis ini, dan kelompok yang lain juga memahaminya dengan benar hadis yang dijadikan dalil, maka tidak akan ada perbedaan pendapat antara mereka mengenal takdir.

Perlu diketahui bahwa makna fitrah dalam hadis ini adalah “awal atau permulaan penciptaan”. Ini sesuai dengan firman Allah Swt. yang menyebut dirinya sebagai Fathir (pencipta).

segala puji bagi Allah, Fathir (pencipta) langit dan bumi.”   (Qs. Fathir: 1).

Kata Fathir pada ayat tersebut berarti pencipta. Begitu juga dengan firman Allah berikut ini: “Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”(Qs. Ar-Rum: 30).

Dengan demikian, yang dimaksud kata fitrah adalah asal usul penciptaan manusia. Sedangkan yang dimaksud oleh sabda Rasulullah Saw.: “setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah” adalah perjanjian dan pengakuan mereka terhadap Allah yang berlangsung di dalam arwah: “Bukankah Aku Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul, kami bersaksi.” (Qs. Al-A’raf: 172).

Tidak ada orang yang tidak mengakui bahwa dia memiliki pencipta dan pengatur meskipun dia menamakannya dengan nama yang bukan nama-Nya atau menyembah sesuatu selain-Nya untuk mendekatkan dirinya kepada-Nya, menyifati-Nya dengan sifat yang bukan sifat-Nya atau mengaitkan Allah dengan sesuatu yang Allah Maha Tinggi dari itu semua. Dalam hal ini Allah Swt. berfirman: 

“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: ‘Allah’, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan.” (Qs. Az-Zukhruf: 87).

Setiap yang dilahirkan di bumi ini sesuai dengan janji dan ikrar tersebut. Itulah kesucian yang terjadi pada awal penciptaan dan ini sejalan dengan logika. Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadis qudsi: Allah Swt. berfirman: “Aku menciptakan semua hamba-Ku dalam keadaan suci. Lalu setan menyewengkan mereka dari agamanya.” Sementara itu, orang yahudi mengajarkan anak mereka ajaran Yahudi dan orang Majusi mengajarkan anak mereka ajaran Majusi.

Ikrar pertama (kesaksian di dalam arwah) tidak masuk dalam ketentuan hukum yang berkaitan dengan balasan dosa dan pahala. Bukankah agama anak kecil yang musyrik masih menjadi tanggungan orang tuanya. Dia tidak dishalatkan jika mati. Ketika ia terbebas dari tanggungan kedua orang tuanya kemudian masuk Islam, maka secara hokum ia diperlukan dengan hokum dan ketentuan Islam. Dengan demikian, ia dishalatkan jika mati dan mengetahui Allah.

Adapun perbedaan dan pertentangan pendapat antara kelompok Qadariah dan kelompok itsbat dalam memahami hadis-hadis tersebut adalah karena menurut kelompok Qadariah, yang dimaksud dengan fitrah adalah Islam itu sendiri, sehingga bagi mereka kedua hadis tersebut bertentangan. Sedangkan menurut kelompok itsbat, fitrah adalah janji yang dilakukan manusia ketika diciptakan. Jika yang dimaksud oleh masing-masing kelompok adalah demikian, maka makna kedua hadis tersebut sebenarnya tidak bertentangan, masing-masing sesuai konteksnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: